<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>itkas and himself</title>
    <link>http://itkas.blogdrive.com/</link>
    <description>itkas n himself</description>
    <lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2009 12:15:00 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2009.</copyright>
    <category>Poetry</category>
    <item>
      <title>anak kecil</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/44.html</link>
      <pubDate>Fri, 10 Apr 2009 05:13:47 GMT</pubDate>
      <description>aku hanyalah anak kecil&lt;br&gt;yang berbalut jasad renta,&lt;br&gt;aku hanyalah bocah ingusan&lt;br&gt;yang diselimuti umur bangka,&lt;br&gt;&lt;br&gt;sayangku, saat kau di dekatku, saat kau goncang dihadapkan pada masalahmu,&lt;br&gt;kau minta pendapatku,&lt;br&gt;aku berikan pendapatku, dan berharap kau memakainya,&lt;br&gt;sadarilah, saat itu adalah saat dimana aku merasa menjadi orang paling dewasa se-dunia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan di saat kau meninggalkanku,&lt;br&gt;aku menjadi anak kecil itu lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;aku rindu menjadi orang dewasa, sayangku.
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F44.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=44</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Perbaikan</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/43.html</link>
      <pubDate>Sat, 04 Apr 2009 06:11:51 GMT</pubDate>
      <description>Kala itu aku berada di depan ruang hatiku, yang hancur, sambil membawa beberapa papan, paku dan palu. Aku berniat memperbaikinya, supaya ruangan itu dapat kembali kuhuni. Seketika itu datang seseorang yang berkata, &quot;Bukalah pintu hatimu.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Langsung kujawab, &quot;Bukalah matamu, tidakkah kau lihat ruangan ini tak ada pintunya, pintu itu sudah ikut rusak, kau boleh saja masuk kalau kau mau.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Bolehkah aku singgah di dalamnya?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Apa? Cuma singgah? Ada apa dengan kau? Lihat ruangan ini sudah tak berbentuk lagi, aku baru akan memperbaikinya. Apa yang kau cari di dalamnya? Kau tahu kenapa ruangan ini rusak? Dahulu ada juga seseorang yang bertanya sama padaku,'Bolehkah aku singgah ke ruang hatimu?', lalu aku mempersilakannya dan dia masuk ke dalamnya. Tetapi selang beberapa waktu ia justru membuat banyak kotoran baik di dinding, lantai maupun atapnya. Terus dia kutawarkan untuk tinggal menetap, sambil membersihkan kotoran yang sudah ia perbuat, tapi ia malah kabur dan tak kembali lagi. Akhirnya karena aku sudah tidak betah, maka kuhancurkan saja ruangan itu. Namun aku menyesal, aku ingin kembali ke ruang ini karena hanya ruangan inilah satu-satunya ruangan yang memiliki antena untuk menangkap sinyal-sinyal emosi. Lalu kenapa kau ke sini, menemuiku di ruang ini, apa yang kau cari di dalamnya?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Karena kita sama.&quot; jawabnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Ruang hatimu juga rusak? Kau ingin aku agar memperbaikinya juga? Tunggu... nafasku sudah habis untuk memperbaikinya ditambah lagi untuk bercakap denganmu.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Bagaimana kalau kau kubelikan nafas supaya kita bisa berbincang-bincang lagi?&quot; tawarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Boleh, terima kasih.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun hingga beberapa saat kemudian orang itu tak muncul lagi, nafas pemberiannya juga belum kuterima setidaknya sampai pukul 12:12 Sabtu tanggal 4 April 2009. Baiklah buat apa menunggunya, ruangan inipun sebentar lagi selesai. Memang takkan kembali sempurna seperti dulu, ada beberapa atap yang masih bocor, dinding berlubang, lantai kusam, tetapi ruangan ini sudah pantas untuk kutinggali, dan berharap nantinya ada seseorang datang dan ingin tinggal di dalamnya, dan akupun boleh tinggal di dalam ruang hatinya, dan yang lebih penting, dia mau supaya ruangnya dan ruangku disatukan agar menjadi lebih luas dan kami merasa betah di dalamnya.
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F43.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=43</comments>
    </item>
    <item>
      <title>diamku</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/42.html</link>
      <pubDate>Thu, 02 Apr 2009 09:01:53 GMT</pubDate>
      <description>Lihatlah, aku sedang diam.&lt;br&gt;lalu kau bertanya, &quot;mengapa kau hanya diam?&quot;&lt;br&gt;lihatlah dengan cermat bahwa,&lt;br&gt;diamku bukan seperti diamnya seorang penyair saat ingin menciptakan puisi renungan,&lt;br&gt;diamku bukan seperti diamnya komposer ketika ingin merangkai lirik dan irama,&lt;br&gt;diamku bukan diamnya seorang pemimpin yang ingin tahu bagaimana caranya memimpin bangsanya, orang lain, atau memimpin dirinya sendiri,&lt;br&gt;diamku bukan diamnya seorang pemikir yang sedang memikirkan keadaan,&lt;br&gt;diamku bukan diamnya seseorang yang kalut, yang diamnya adalah sekedar mengendapkan segala masalah di otaknya agar otaknya menjadi bersih dan jernih,&lt;br&gt;diamku bukan diamnya ahli sufi yang merenungi isi dunia dan mengisi otaknya dengan pertanyaan-pertanyaan gila dan&lt;br&gt;diamku juga bukan diamnya seseorang yang terlelap tidur dan bermimpi,&lt;br&gt;tetapi,&lt;br&gt;diamku hanyalah diamnya seseorang yang bodoh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;ketika itu aku sedang menyelusuri ruang-ruang di tubuhku, aku telah sampai di ruangan hati, ternyata disana sudah tidak ada apa-apa lagi, ruangan itu telah rusak, hancur porak-poranda, lalu perjalanan kulanjutkan ke atas menuju ke otak. Disana memang ada ruangan, tapi ruangan itu kosong, tidak ada isinya. Aku masuk kesana, tinggal di dalamnya, aku terus berada disana, diam, mendekap diam, dan diam.&lt;br&gt;itulah mengapa aku diam,&lt;br&gt;itulah diamku, diamnya orang bodoh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F42.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=42</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Mencintai Hakekat</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/41.html</link>
      <pubDate>Tue, 31 Mar 2009 04:24:56 GMT</pubDate>
      <description>&quot;Jangan kau cintai aku, tapi cintailah Penciptaku.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mencintai Sang Pencipta adalah sebuah harga mati bagi seseorang yang mengaku bukan atheis. Namun hal ini adalah sulit karena kita adalah manusia biasa yang kerap lalai. Contohnya aku yang justru sering membenci-Nya karena coretan-coretan taqdirku yang diserahkan-Nya padaku sering kutolak, walaupun akhirnya coretan itu terpaksa kupakai sambil mengumpat-ngumpat kepada Penulisnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ya, aku akan berusaha mencintai-Nya, sembari menyelaraskan catatan bikinanku agar sejalan dengan catatan taqdir bikinan-Nya untukku.&lt;br&gt;Ya, aku akan mencintai-Nya dengan sukarela, tanpa ada banyak pertanyaan lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F41.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=41</comments>
    </item>
    <item>
      <title>imajinasi dan kenyataan</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/40.html</link>
      <pubDate>Mon, 30 Mar 2009 03:19:01 GMT</pubDate>
      <description>Ada yang bertanya seperti ini, &quot;apa bedanya &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt;?&quot;&lt;br&gt;Ah, itu pertanyaan yang mudah dijawab. Jawabku seperti ini, &quot;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt; hanya terjadi di dalam otak, tapi kalau &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt; adalah sesuatu yang terjadi di depan mata.&quot; Sebenarnya jawabanku tadi belum lengkap, lengkapnya seharusnya seperti ini, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt; itu ada di depan mata, didengar oleh telinga, bisa dipegang, atau juga bisa dibaui, intinya &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt; adalah sesuatu yang bisa dirasakan 5 indera. Pertanyaan itu mudah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertanyaan yang sulit adalah yang seperti ini, mana yang lebih penting : membuat &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt; ataukah membuat &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan &lt;/span&gt;menjadi &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt;?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mungkin jawabnya seperti ini: dua-duanya penting, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt; yang bagus perlu untuk dibuat &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt;nya. Sedangkan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt; yang pahit perlu di&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt;kan agar manis, setelah itu, baru diwujudkan dalam &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian ada tebakan : 'sesuatu' itu adalah sebuah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt; tapi juga sebuah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt;, apakah 'sesuatu' itu?&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jawabannya adalah: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;kenangan&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kenapa?&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kenangan&lt;/span&gt; adalah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt;, dulu. Dulu &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;kenangan&lt;/span&gt; itu pernah terjadi, dan dirasakan oleh minimal salah satu indera.&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kenangan&lt;/span&gt; adalah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;imajinasi&lt;/span&gt; hasil kerja dari otak dan tersimpan di sana. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kenangan &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; imajinasi&lt;/span&gt;, karena sudah tidak terjadi lagi dalam &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt;, walaupun &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;kenangan&lt;/span&gt; itu sudah direkonstruksi sekalipun, mustahil &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;kenangan&lt;/span&gt; bisa terulang pada &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kenyataan&lt;/span&gt;.&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kenangan&lt;/span&gt; baru bisa hilang, setelah si empunya otak sudah meninggal dunia, atau otaknya terantuk sesuatu hingga strukturnya berubah, misalnya gegar otak, amnesia atau gila.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;ya, anak-anak, sekian kuliah dari saya, semoga tidak ada pertanyaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;****&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;nb:&lt;br&gt;&lt;br&gt;kepada seseorang yang pernah menanyakan kepada saya, &quot;apa perbedaan imajinasi dan kenyataan?&quot;&lt;br&gt;=&amp;gt; sekarang kamu 100% adalah kenanganku, kamu adalah imajinasiku, kamu sudah tidak nyata lagi di depan mata dan di samping telingaku, semoga selamanya selalu begitu.&lt;br&gt;selamat menikah, jadilah guru akuntansi yang baik, jadi istri yang mengerti kebutuhan suami, masih bersilaturahmi dengan bapakmu, dan semoga Pondok Kelapa Jakarta Timur semakin bersinar karena memiliki warga hebat sepertimu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F40.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=40</comments>
    </item>
    <item>
      <title>rindu tebal</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/39.html</link>
      <pubDate>Sat, 28 Mar 2009 13:23:18 GMT</pubDate>
      <description>ada sebuah lagu lawas miliknya Iwan Fals judulnya 'Rindu Tebal'. &lt;br&gt;&lt;br&gt;sebenarnya ini lagu sedih, tapi kok dinyanyikan dengan riang?&lt;br&gt;&lt;br&gt;saya jadi teringat pelajaran Bahasa Indonesia sewaktu SMP dulu, tentang majas-majas, kalau ada sesuatu yang diungkapkan dengan cara kebalikannya, maka itu adalah sebuah ejekan ironi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;reffnya seperti ini:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;aku pergi meninggalkan coreng hitam di muka bapak&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;yang membuat malu keluargaku&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;kuingin kembali mungkinkah mereka mau terima rinduku?&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;aku memang belum pernah kabur dari rumah, tapi aku bisa merasakan bagaimana rasanya itu. Rindu tapi takut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F39.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=39</comments>
    </item>
    <item>
      <title>smalls</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/38.html</link>
      <pubDate>Wed, 18 Feb 2009 09:54:10 GMT</pubDate>
      <description>&lt;img src=&quot;http://itkas.blogdrive.com/cat1.gif&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;http://itkas.blogdrive.com/catbw.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;http://itkas.blogdrive.com/catred.gif&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;http://itkas.blogdrive.com/robo.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;http://itkas.blogdrive.com/seketewu.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;http://itkas.blogdrive.com/yinyang.gif&quot;&gt;&lt;br&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F38.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=38</comments>
    </item>
    <item>
      <title>ujian wawancara</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/37.html</link>
      <pubDate>Tue, 03 Feb 2009 12:44:22 GMT</pubDate>
      <description>
 interview selasa 03-02-2009 di Griya So**pos jl. Adi Sucipto 190.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Silakan duduk di kursi itu, Mas,&quot; kata wanita itu.&lt;br&gt;bersama wanita itu ada tiga orang yang lain, salahsatunya bapak Danie H. Su'ud memakai kemeja biru laut, kepala dengan sedikit rambut, perut gendut, berkacamata dan wajah yang bersih. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Apa kamu tidak pernah diajari ortumu, Mas, tentang sopan santun? Mbok setiap masuk ruangan itu pintu diketuk dulu kek, ucapkan salam kek, selamat siang, pagi, sore Nyet...&quot; Pak Dani bertanya kepada Itkas.&lt;br&gt;semua yang ada di ruangan itu tertawa, termasuk Itkas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Bukan, ini serius, kalau anda berniat menjadi jurnalis, seharusnya anda bersikap sopan, tidak slonang-slonong seperti itu. Apa kamu sudah diajari?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Sudah diajari Pak.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Terus kenapa kamu senyam-senyum seperti itu?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Itkas tidak bisa menjawab, ia kemudian memutar otaknya, lalu menjawab,&quot;hobi saya memang tersenyum Pak.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pak Danie semakin bermuka masam, &quot;Anda sebenarnya sudah melanggar salahsatu kode etik wartawan.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Lalu saya harus bagaimana, saya harus mengulangi lagi masuk dari pintu sambil mengetuk dan memberi salam?&quot; tanya itkas agak kurang ajar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;gak usah!&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam hati, Itkas mengutuk dirinya sendiri, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;kenapa ini harus terjadi, kenapa aku bisa lupa mengetuk pintu dan ucapkan salam? Dan malah senyam-senyum kepada semua orang di ruangan itu seperti orang gila? Ah, sudah terlanjur, aku ikuti saja mau kemana interview ini berjalan, dasar sialan! Sialan! &lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu orang lain, bapak yang berkursi roda, mulai menanyai Itkas, &quot;Anda minta gaji berapa?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Hm... sesuai UMR, atau kalau bisa sepadan dengan pekerjaan saya.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Berapa UMR sekarang?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Hm...700 Rb?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Anda minta 700 Rb?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Ya minimal itu.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pak Danie H. Su'ud bertanya, &quot;kenapa anda ingin menjadi wartawan?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Setiap ada berita dari tivi atau koran, pasti dari dalam diri saya keluar rasa curiga apakah berita itu benar-benar nyata atau ada penyimpangan di dalamnya...&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Sebentar, sepertinya anda tidak nyambung dengan pertanyaan tadi,&quot; potong bapak yang duduk di sebelahnya bapak yang berkursi roda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Begini Pak, kalau saya menjadi wartawan, saya akan meliput langsung kejadian itu, dan saya tidak akan curiga lagi, karena berita itu memang benar-benar saya lihat sendiri dan saya liput sendiri.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Jadi maksud anda kalau anda jadi wartawan, maka kecurigaan anda itu akan hilang, lalu pertanyaan saya, kalau anda tidak diterima menjadi wartawan, apakah anda selamanya akan curiga terus?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;I..iya.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semua di ruangan itu tertawa. Sedangkan Itkas hanya bisa menyesali kenapa jawaban-jawaban seperti itu yang bisa keluar dari mulutnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Ya sudah, interview anda sudah cukup,&quot; ujar Pak Danie.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dilanjutkan oleh wanita yang sedang membuka-buka file surat lamaran Itkas, &quot;begini Mas, anda sudah cukup interviewnya, anda diharapkan menunggu maksimal hingga satu pekan untuk kejelasan apakah anda diterima atau tidak.&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kenapa-kenapa? Kenapa hanya seperti ini? Kenapa tidak ada pertanyaan mengenai pengalaman jurnalistikku? Kenapa tidak ada pertanyaan tentang isu-isu mutakhir dewasa ini? Kenapa tidak ada tes percakapan dengan bahasa Inggris? Apakah hanya karena kesalahan tidak mengetuk pintu, tidak mengucapkan salam, atau jawaban yang tidak nyambung itu.....?&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertanyaan gila mulai menggerayangi otak Itkas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya ia mendapatkan sebuah jawaban yang memuaskan. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kemungkinan besar alias 100% aku tidak diterima. Pak Danie benar, jika aku berperan sebagai Danie H Su'ud, punya wartawan yang seperti itu, yang ketika mewawancarai pejabat, wartawannya itu tidak mengetuk pintu ketika masuk ruangan, tidak sopan dan beraninya mengatasnamakan dirinya sebagai wartawan So**p*s, maka betapa malunya aku. Aku tidak ingin punya wartawan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tampaknya Itkas harus kembali ke pekerjaan lamanya :&amp;nbsp; mencari pekerjaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu apakah Itkas bisa diterima di SOL**OS?&lt;br&gt;wallohu a'lam&lt;br&gt;
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F37.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=37</comments>
    </item>
    <item>
      <title>memalukan</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/36.html</link>
      <pubDate>Tue, 27 Jan 2009 05:52:52 GMT</pubDate>
      <description>sehabis mengikuti ujian tertulis, saya main-main lagi ke kampus, ternyata di sana masih ada teman-teman yang masih setia menjadi mahasiswa, tetapi ada juga yang sudah lulus, sudah menikah, ada yang belum, kerja di sekitar kampus dan sebagainya.&lt;br&gt;yang memalukan adalah, mereka semua masih mengingat namaku dan wajahku, sedangkan aku sendiri lupa dengan nama-nama mereka, aduuuhhh memalukannya....&lt;br&gt;&lt;br&gt;ah...aku terlalu egois yach?&lt;br&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F36.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=36</comments>
    </item>
    <item>
      <title>BAHASA=PINTU DUNIA</title>
      <link>http://itkas.blogdrive.com/archive/35.html</link>
      <pubDate>Thu, 22 Jan 2009 11:34:11 GMT</pubDate>
      <description>&lt;br&gt;Dulu ketika masih kuliah, saya memiliki teman kos seorang mahasiswa Sastra Inggris. Kita memang se-kos tapi tidak satu univeritas, saya di UNS sedang dia di UNSA yang memang kedua universitas itu bertetangga, cuma satu jalur bis hanya berbeda kabupaten. Dia mempunysi hobi mendengarkan wayang di radio atau menonton pertunjukan wayang langsung yang biasanya dilakukan setiap satu bulan sekali di TBS (Taman Budaya Surakarta). Dalang-dalang yang sering tampil berwayang di TBS adalah mahasiswa-mahasiswa dari STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia),di belakang TBS.&lt;br&gt;Pada suatu malam temanku dari Sastra Inggris itu mengajak menonton wayang dan saya menyanggupinya. Setibanya disana ternyata penonton telah banyak memadati lengkap pula dengan para penjaja asongan. Lantas dia mengajakku untuk menontonnya lewat belakang layar, jadi yang ditonton adalah bayangan wayangnya (memang seharusnya begitu, bukankah wayang berasal dari kata:bayang?). Ternyata yang menonton lewat belakang layar hanya ada segelintir orang saja dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang bule yang juga mahasiswa STSI. Temanku dan saya kemudian mengambil tempat duduk di karpet yang sudah disediakan. Tepat di sebelah kami ada 2 orang ibu-ibu bule gendut yang cuma pakai singlet, sedangkan kami pakai jaket tebal karena dingin sekali malam itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Excuse me madam, how are you?&quot; teman saya membuka percakapan dengan ibu bule itu.&lt;br&gt;&quot;haha fine, but I'm sorry, my English is bad.&quot;&lt;br&gt;&quot;oh, you aren't English?&quot; tanyaku.&lt;br&gt;&quot;I'm Honger.&quot;&lt;br&gt;Akhirnya kami tahu, dia ternyata orang Hongaria. Malah bahasa percakapan kami selanjutnya pakai bahasa Jawa, bahasa pengantar perkuliahan perdalangan.&lt;br&gt;&quot;sampun ngertos lakonipun?&quot; tanya saya.&lt;br&gt;&quot;sampun, Kumbokarno Gugur.&quot; dia tersenyum sambil membetulkan letak kacamatanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Itulah, hebatnya menjadi anak daerah di Indonesia, kita bisa bahasa daerah, tentu juga harus bisa bahasa Indonesia, tetapi juga harus bisa menguasai Inggris. Coba bandingkan dengan anak Inggris, mereka hanya bisa satu bahasa saja. Memang bahasa mereka adalah bahasa dunia, karena Inggris adalah negara dengan jajahan paling luas di dunia. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagaimana bila orang-orang daerah di Indonesia, misalnya mana ya? Misalnya orang Papua telah berhasil menciptakan teknologi komputer canggih baru dalam bentuk produk yang diprediksi akan menguasai hajat hidup orang banyak sedunia, akan dilempar ke pasaran, bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa Papua, maka sudah barang tentu orang sedunia akan belajar dulu bahasa Papua dan memasukkan pelajaran bahasa Papua ke kurikulum sekolah mereka masing-masing. Hehe.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/410495/img/?url=http%3A%2F%2Fitkas.blogdrive.com%2Farchive%2F35.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://itkas.blogdrive.com/comments?id=35</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
